Bisa diorder melalui tokopedia https://www.tokopedia.com/handwoodcustom

Tugas 7 - Softskill C2 - Mencari jurnal



Kesediaan Membayar Pengguna terhadap
Peningkatan Kualitas Layanan Commuter Line

Peneliti
Fredy Jhon Philip 1 , Ferdinand Fassa 2 , Fitriyah Nurhidayah 3 1,3Universitas Pembangunan Jaya, Jakarta, Indonesia 2 Universitas Podomoro, Jakarta, Indonesia Corresponding E-mail: fredy.jhon@upj.ac.id

ISSN 2355-4721

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik
pengguna KRL dan faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar pengguna (Willingness to Pay-WTP) Commuter Line. Sejak Oktober 2017, PT. Kereta Commuter Indonesia mulai mengoperasikan KRL relasi Cikarang-Jakartakota dengan tujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Namun keberlangsungan operasional layanan kereta commuter line harus mempertimbangkan kesediaan untuk membayar pengguna dan aspek kualitas pelayanan yang diberikan operator. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada responden di area stasiun Cikarang.

Isi
Kebutuhan masyarakat di perkotaan terhadap jasa angkutan massal yang efisien, cepat dan murah sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas manusia yang semakin tinggi. Pertumbuhan kawasan pemukiman di kawasan kota penyangga yang cukup pesat tidak diikuti dengan ketersediaan sistem angkutan publik yang memadai. Hal ini menyebabkan masih tingginya ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan mobil pribadi yang berdampak terhadap kemacetan lalu lintas menuju Jakarta yang samakin parah. Oleh karena itu sangat diperlukan sistem angkutan alternative untuk mengurangi beban jalan, salah satunya dengan perluasan jaringan kereta api seperti kereta rel listrik (KRL).

Mayoritas responden menggunakan KRL untuk tujuan ekonomi sebesar 46% , rekreasi dan hiburan sebesar 37% serta pendidikan sebesar 8%. Sedangkan alasan responden menggunakan jasa transportasi KRL yang paling utama adalah tarif yang terjangkau sebesar 53%, aksesibilitas mudah sebesar 14% , cepat dan nyaman sebesar 22%, dan sisanya memilih alasan lain seperti dekat dengan tujuan.
Berdasarkan penghasilan responden per bulan, diperoleh bahwa 42.1% berpendapatan kurang dari 2.5 juta sedangkan responden dengan pendapatan di atas 10 juta per bulan adalah sebesar 4.9%. Hal ini menunjukkan mayoritas responden adalah masyarakat dengan penghasilan rendah , yaitu di bawah 5 juta rupiah sebesar 50%. Sedangkan untuk mengetahui besarnya biaya transportasi yang dikeluarkan oleh responden, terdapat 55% responden mengalokasikan kurang dari 10% penghasilannya untuk biaya transportasi dan 41.8% responden mengalokasikan antara 10-20% penghasilannya untuk biaya transportasi.
Sedangkan penilaian responden terhadap tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp.5000 menunjukkan bahwa sebesar 58.7% responden menilai murah dan 39.4 % responden menilai tarif yang berlaku saat ini adalah sedang serta responden yang menilai tarif KRL saat ini mahal sebanyak 1.9% responden.

Kesimpulan
Nilai rata WTP pengguna KRL di kota Cikarang adalah sebesar Rp.9.796 dengan nilai estimasi pada tingkat kepercayaan 95% adalah antara Rp.8.834 sampai Rp.10.012. Hasil studi juga menunjukkan bahwa pengguna KRL merasa pusa dengan kualitas pelayanan yang diberikan sehingga walaupun responden memiliki penghasilan rendah namun dengan manfaat yang diperoleh dari angkutan KRL seperti waktu tempuh yang lebih cepat maka WTP rata-rata yang lebih tinggi 95% dari harga yang berlaku saat ini.


referensi
Kesediaan Membayar Pengguna terhadap Peningkatan Kualitas Layanan Commuter Line (Click the Link)


No comments:

Post a Comment

KUISIONER