Logistical Management
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Perkenalkan nama saya Farhan Fauzi dengan N.I.M. 180505041204. Di minggu
ke-empat ini saya mendapatkan tugas mandiri dalam mata kuliah pengetahuan transportasi
dan logistik untuk membahas Logistical Management. Dikutip dari
buku Bowersox 1978 arti dari logistic sendiri adalah “ the process of
strategically managing the movement and storage of materials, parts, and
finished inventory from suppliers, between enterprise facilities, and to
customers” maksudnya adalah diatur se-strategis dan se-efisien mungkin dalam
proses perpindahan barang seperti bahan – bahan untuk produksi, bagian – bagian
dari produksi setengah jadi dan barang yang sudah jadi dari pemasok antara
perusahaan hingga konsumen alias pelanggan. Konsep dasar dari logistic bisa diterapkan dalam banyak
perusahaan seperti jasa pengiriman barang, manajemen bahan suatu produk,
marketing logistic dll.
Tujuan utama dari
logistic adalah mengirim barang sudah jadi dan berbagai bahan dalam jumlah yang
benar, saat dibutuhkan, dalam kondisi yang tepat ke lokasi dimana yang
membutuhkan dan dengan harga yang rendah. Untuk mencapai aliran produk yang
teratur ke pasar dibutuhkan tanggung jawab dari logistical management tersebut
yaitu tanggung jawab manajerial untuk
merancang dan mengelola sistem untuk mengontrol aliran dan penyimpanan
strategis bahan, suku cadang, dan barang jadi untuk mencapai keuntungan
maksimal suatu perusahaan.
TOWARD INTEGRATED LOGISTIC
Perkembangan logistic
dari tahun 1950 sampai dengan sekarang.
1.
Logistik
sebelum tahun 1950
Logistik management
masih basis fragmentaris atau terpisah – pisah tiap perusahaan.
·
Perkembangan
line item proliferasi
·
Menjual
produk yang sama melalui berbagai saluran pemasaran dan berbagai retailer.
·
Produk
yang dikombinasikan dan disebarluaskan untuk layanan produk yang lebih murah
2. 1956-1965 Crystallization
Periode ini adalah
dimana konsep logistik terpadu mengkristal setelah bertahun-tahun mengalami
ketidakjelasan. Empat perkembangan utama yang didapatkan dari pengkristalan ini
adalah:
·
Pengembangan
keseluruhan analisis biaya
·
Pengembangan
pendekatan sistem
·
Meningkatkan
kekhawatiran untuk layanan pelanggan
·
Perhatian
direvisi untuk pengaturan saluran distribusi
3. 1965-1970 Periode pengujian untuk
Relevansi
1965-1970 adalah waktu
di mana konsep-konsep dasar dari logistik yang akan diuji. Hasil adalah manfaat
yang diprediksi menjadi kenyataan. Manajemen pemasaranmuncul sebagai pendekatan
untuk menyelesaikan pergerakan persediaan.
4. 1970-1978 Periode perubahan prioritas
Perang Dunia Kedua
menyebabkan ketersediaan energi dunia menjadi menipis. Ini menyebabkan
keprihatinan dunia. Harga minyak dunia menjadi melonjak sangat tinggi, dan barang
material yang lainnya juga ikut meninggi.
Dampak dari 8 tahun
periode pada pengembangan dan implementasi lpgistik sangat signifikan.
perusahaan menjalankan program untuk mengatasi situasi yang selalu berubah-ubah
dengan cara pelayanan yang prima menjadi menjaga pasokan barang.
5. Melampaui 1978 - Menuju logistik
terpadu
Tantangan di masa yang
akan datang adalah untuk mengintegrasikan kompleksitas yang ada dalam operasi
distribusi dan manajemen fisik. Pada dekade-dekade setelah tahun 70-an, implementasi
integrasi logistik secara penuh akan menuai hasil yang lebih besar. Hal ini
didasari pada 5 hal sebagai berikut:
Ketergantungan antara
distribusi fisik (physical distribution) dan perolehan material (materials
procurement)
Sebelum adanya manajemen
logistik yang terintegrasi, tidak jarang transportasi yang digunakan untuk
kedua bidang operasional itu dipisahkan. Setelah terintegrasi lebih penuh,
penggunaan transportasi akan menjadi lebih efisien.
KOORDINASI LOGISTIK
1.
Waktu
Waktu yang menjadi focus dalam aktivitas logistic ini adalah
waktu tunggu, yaitu bagaimana kita mengetahui dan memanajemen waktu yang
diperlukan untuk melayani konsumen.
2.
Kerja
sama
Kerja sama yang dimaksud dalam aktivitas ini adalah kerja
sama dengan para pemasok dan pendukung produk jasa kita dan dengan para
retailer – retailer kita sebagaimana yang terhubung sesuai dengan supply chain
perusahaan.
3.
Distribusi
Aktivitas logistic lainnya yang menjadi keunggulan dari suatu
perusahaan jasa yaitu pendistribusian dari produk yang dihasilkan.
4.
Kapasitas
Kapasitas meliputi perencanaan, penjadwalan dan perencanaan
posisi dari sumber daya manusia yang dimiliki dan peralatan pendukungagar
tingkat kepuasan pelanggan dapat terpenuhi.
Keempat aktivitas
diatas haru dapat dilaksanakan secara bersamaan agar dapat memenuhi kebutuhan
pelayanan konsumen, karena jika tidak dijalankan sebagai system, semuanya tidak
akan menghasilkan keuntungan yang penuh.
LOGISTIK TERPADU
Secara global kegiatan
/ operasi dan koordinasi logistic pada suatu perusahaan. Dapat terlihat adanya
jalur searah operasi logistic mulai dari penjual dan pasar suplai menuju pasar konsumen
dan langganan. Dalam koordinasi logistic terdapat beberapa langkah atau tahap
yang memiliki hubungan dua arah informasi seperti
1.
Peramalan
Berfungsi untuk memperkirakan banyaknya kebutuhan permintaan
konsumen, menguraikan informasi dari konsumen itu sendiri
2.
Pengolahan
pemesanan
Setelah ditentukan kuantitas yang akan dibeli, maka dilakukan
pengolahan pemesanan.
3.
Perencanaan
operasi
a.
Nonmanufacturing
Perencanaan secara tidak langsung yang berhubungan dengan
proses produksi seperti pada bidang keuangan
b.
Perencanaan
yang secara tidak langsung terlibat dengan proses produksi, seperti perencanaan
bahan yang akan dipakai
4.
Perolehan
produk
Didapat langsung dari para supplier yang akan mengirimkan
bahan kebutuhan produksi perusahaan
5.
Perencanaan
kebutuhan material
a.
Perolehan
material
Direncanakan dulu berapa banyak material yang dibutuhkan
b.
Setelah
semua direncakan, maka tinggal membuat jadwal produksi sebagai landasan
perusahaan dalam produksi barang.
Referensi :
Bowersox, D.J. (1978).
Logistical Management:A System Integration of Physical Distribution Management
and Materials Management.New York:Collier Macmillan International


No comments:
Post a Comment